Abrahah Dan Pasukan Gajah



Kerajaan Sheba adalah sebuah kerajaan yang terletak di Yaman, yang telah runtuh pada 115 SM. Wilayahnya kemudian diambil alih oleh Himairis yang memerintah sampai 300 M ketika suku bangsa lain memerintah Yaman. Mereka selanjutnya dikalahkan pula oleh Kerajaan Kristen Etopia-Abyssinia ketika mereka menginvasi Yaman di tahun 525 M. Kerajaan yang menunjuk Abrahah sebagai wakilnya di Yaman.

Bangsa Romawi dan Kristen Abyssininat mendambakan agar wilayah Arab masuk dalam kekuasaan mereka. Mereka juga mengawasi rute kontrol dagang antara Arab, Syria, Persia dan Romawi Barat. Mereka melihat Ka'bah di Makkah sebagai rintangan kekuasaan dan rencana kekuasaan mereka. Karena Ka’bah adalah symbol pemersatu ummat saat itu.

Abrahah sebagai wakil Yaman, membuat rencana yang pintar. Antara 550-555 M, dia membangun Katedral yang indah di Ekklesia di San'aa, Yaman dan mengundang rakyatnya dan negara tetangganya untuk datang berhaji di sana dan bukan ke Makkah. Tetapi Ekklesia tetap tidak populer dan Abrahah berencana menghancurkan Makkah dan sekelilingnya. Mengantisipasi adanya sikap permusuhan suku bangsa sekitar juga rute yang akan ditempuh, dia datang dengan 60.000 tentara yang kuat ditambah ratusan kuda, unta dan 13 gajah.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Hamiduddin Farahi, Maulana 'Amin Ahsan Islahi dan Allama G.A. Parwez pada apa yang sebenarnya terjadi. Ketika Pasukan Abrahah mendekati Makkah, orang-orang Makkah yang telah diperingatkan oleh beberapa pelancong sebelumnya, melihat kawanan burung yang biasanya terbang di atas karavan untuk mencari makanan. Karavan besar tersebut ternyata adalah Abrahah dan pasukan gajahnya.

Orang-orang Makkah naik ke atas bukit-bukit dan mempersiapkan serangan dari atas bukit untuk melawan pasukan gajah Abrahah. Mereka melemparkan peluru dan bebatuan ke arah tentara Abrahah dari atas. Gajah, dan juga, penunggangnya panik dan menginjak-injak tentara tersebut. Peristiwa ini terjadi di tahun 570 M, tahun ketika Muhammad lahir. Peristiwa ini sangat membekas, sehingga Bangsa Arab menamai tahun itu dengan “Tahun Gajah” ('Aam-il-Fil).

Muhammad Rosul Allah, seperti semua orang Arab, adalah keturunan dari Ismail. Pada awalnya, Abraham sesuai perintah Allah, telah mengutus anak tertuanya, Ismail yang masih remaja (Ishmael) untuk menetap di Makkah bersama ibunya Haajirah. Berlawanan dengan pernyataan Injil, Hagar bukanlah wanita budak, dia adalah seorang puteri dari Raja Mesir. Abraham selalu mengunjungi istri keduanya, Haajirah (Hagar) di Makkah dan istri pertamanya Sarah di Kan'aan (Syria-Palestina). Ismail menikahi seorang wanita dari suku Qahtani dari Jurhum dan menjadi leluhur Musta Ribah (Bangsa Arab).

Jadi Bangsa Arab, yang menarik adalah ia keturunan dari ayah seorang Ibrani, Ismail dan ibu dari Jurhum Qahtani, Wasiqa. Mereka memiliki 12 anak dalam usia perkawinan yang panjang dan bahagia. Orang Qahtani sangat banyak ditemui di semenanjung Arabia. Mereka adalah suku bangsa pengembara di selatan Arabia yang telah mendiami sekitar Makkah sebelum Ismail tiba di Bakah.


Responses

0 Respones to "Abrahah Dan Pasukan Gajah"

Poskan Komentar

 

Categories

Recent Comments

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2010 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by HackTutors